PROJEK DANA SEKOLAH AGAMA RAKYAT DAN MAAHAD TAHFIZ NIKMATILLAH PULAU MELAKA
HADIS CAMPURAN KURMA DAN KISMIS
Website counter
LARANGAN MEMBUAT MINUMAN DENGAN GABUNGAN KURMA DAN KISMIS Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali  Saturday, 07 March 2009  Diriwayatkan dari Jabi bin Abdullah al-Anshari r.a, bahwasanya Nabi saw. melarang membuat minuman  dengan mencampurkan kismis dengan kurma dan busr (buah kurma sebelum matang) dan kurma kering,  (HR Bukhari [5601] dan Muslim [1986]).  Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri r.a, bahwasanya Nabi saw. melarang membuat minuman dengan  mencampurkan kurma dengan kismis dan busr (buah kurma sebelum matang) dengan kurma kering, (HR  Muslim [1987]).  Diriwayatkan dari Abu Qatadah r.a, ia berkata, "Rasulullah saw. bersabda, 'Jangan kalian membuat minuman  dengan mencampurkan kurma yang hampir matang dengan kurma yang sudah matang. Jangan kalian buat  minuman dengan mencampurkan kismis dan kurma. Tetapi pisahkanlah keduanya pada tempatnya masing-  masing'," (HR Bukhari [5602]).  Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, "Rasulullah saw. telah melarang meminum minuman  campuran kurma dan kismis, kurma mentah dan matang. Lalu beliau bersabda, "Minuman tersebut dibuat  pada tempat terpisah," (HR Bukhari [1989]).  Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata, Nabi saw. telah melarang mencampurkan kurma dengan kismis  dan kurma mentah dengan kurma matang, lalu beliau menuliskan surat kepada penduduk Jurasy yang  isinya melarang mencampurkan kurma dengan kismis," (HR Muslim [1990]).  Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a, bahwasanya ia pernah berkata, "Dilarang membuat minuman  dengan campuran kurma mentah dan kurma matang, kurma dan kismis," (HR Bukhari [1991]).  Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, ia berkata, "Rasulullah saw. melarang membuat minuman dengan  campuran kurma hampir matang dengan kurma matang, karena itu adalah bahan pembuat khamr pada hari  diharamkanya khomr," (HR Muslim [1981]).  Kandungan Bab:      1. Haram hukumnya membuat membuat minuman dengan bahan campuran kurma dan kismis atau    campuran kurmah mentah dan kurma matang. Hal itu dikarenakan zat yang memabukkan itu lebih cepat  muncul pada minuman campuran sebelum menimbulkan buih sehingga peminumnya mengira minuman itu  belum memabukkan, padahal sudah.      2. Sebagian ulama berpendapat, larangan tersebut dikarenakan ada kaitannya dengan pemborosan.  Pengaitan ini sangat jauh dan perlu ditinjau kembali. Sebab syariat mengizinkan jika masing-masing dibuat  secara terpisah dan tidak membedakann antar sedikit dan banyak. Kalaulah larangan tersebut dikarenakan  pemborosan tentunya syari'at tidak melarangnya secara mutlak.       3. Boleh meminum air kurma, anggur, kismis dan kurma mentah apabila dibuat secara terpisah berdasarkan  hadits hadits Abu Sa'id, ia berkata, "Barangsiapa minum jus maka minumlah minuman kismis saja, atau  kurma matang saja atau kurmah mentah saja," (HR Muslim [1987]).        Demikian juga dengan hadits Abu Qatadah yang tercantum dalam bab ini.  Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar'iyyah fii Shahiihis Sunnah an-  Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari  (Pustaka Imam Syafi'i, 2006), hlm. 3/190-192.  Terakhir kali diperbaharui ( Saturday, 07 March 2009 )  Dipetik dari :http://alislamu.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2607&Itemid=67